Witty adalah seekor anak domba yang selalu riang gembira terutama waktu bermain di padang. Witty suka berulah yang lucu tapi kadang kala sedikit nakal juga.
Suatu hari Witty dan domba-domba lain ditinggalkan oleh Gembalanya di padang. Setelah mereka kenyang makan rumput dan minum di sungai. Mereka beristirahat di bawah pohon besar. Domba-domba itu hanya dijaga oleh seekor Anjing Gembala. Witty bosan mengejar-ngejar kupu-kupu dan capung. Dia mengajak seekor anak domba lain main perang-perangan, yaitu saling menanduk. Tapi temannya itu tidak mau bermain. Dia lebih suka berbaring dekat induknya.
Witty terus mencari-cari kegiatan baru. Dia melihat si Anjing Gembala yang menjaganya sedang berbaring.
“Mbee..!” Witty berteriak. Anjing Gembala segera bangkit dan mengawasi sekitar tempat itu.
“Ada apa, Witty,” tanya Anjing Gembala dengan sigap.
“Mbee…, tidak ada apa-apa. Aku bosan. Tidak ada yang mau main denganku,” jawab Witty. Matanya berbinar-binar nakal.
“Oh begitu,” Anjing Gembala duduk tegak lalu perlahan-lahan menjulurkan kedua kaki depannya, santai.
Witty berlari-lari menjauh dari kumpulan domba itu.
“Mbe…srigala! Ada srigala!” teriaknya.
Anjing Gembala segera bangkit dan berlari cepat ke tempat Witty berada, lalu mengawasi sekelilingnya dengan seksama. Domba-domba lain menjadi panik. Mbee…mbee..
“Di mana srigalanya?” tanya Anjing Gembala.
“Tidak ada. Tertipu kau!” Witty berputar-putar gembira.
“Kamu keterlaluan bercandanya, Witty kata anjing gembala. Jangan suka iseng, nanti tidak ada yang percaya padamu.” Anjing Gembala kembali ke tempat kumpulan domba dan menenangkan domba-domba itu.
Tidak lama kemudian Witty berteriak lagi. Mbeee…mbeee…Kali ini suaranya seperti mau menangis.
“serigala! Mbeee…mbeee…Witty sangat takut sampai tidak bisa bergerak. Di depannya berdiri seekor srigala. Mbeee..”
“Ah, Witty pasti bercanda lagi,” pikir Anjing Gembala. Tetapi dia ragu dengan pikirannya itu. Sedangkan domba-domba yang berpikir Witty berulah lagi jadi mereka santai saja.
“Mbeeeee…mbeeee..mbeeeee…!” Witty semakin panik karena tidak ada yang menolong.
Anjing Gembala menyadari bahwa teriakan Witty bukan bercanda. Dia segera melesat dan menyerang Serigala yang hendak menerkam Witty. Serigala itu terkejut lalu lari. Setelah memastikan Serigala itu sudah pergi jauh, Anjing Gembala membawa Witty kembali pada kumpulan domba. Domba-domba itu masih panik dan berteriak-teriak..mbeee..mbeee..
“Tenang, tenang, Serigala itu sudah pergi,” kata Anjing Gembala lalu menatap mata Witty. Witty tahu dia bersalah.
“Maafkan aku. Aku tidak akan mengulangi perbuatan iseng lagi.”
Diceritakan kembali oleh : Kak Selma
Illustrasi : Kak Eka Ray







