Witty Si Anak Domba

By Panggung Boneka

Witty adalah seekor anak domba yang selalu riang gembira terutama waktu bermain di padang. Witty suka berulah yang lucu tapi kadang kala sedikit nakal juga.

Suatu hari Witty dan domba-domba lain ditinggalkan oleh Gembalanya di padang. Setelah mereka kenyang makan rumput dan minum di sungai. Mereka beristirahat di bawah pohon besar. Domba-domba itu hanya dijaga oleh seekor Anjing Gembala. Witty bosan mengejar-ngejar kupu-kupu dan capung. Dia mengajak seekor anak domba lain main perang-perangan, yaitu saling menanduk. Tapi temannya itu tidak mau bermain. Dia lebih suka berbaring dekat induknya.

Witty terus mencari-cari kegiatan baru. Dia melihat si Anjing Gembala yang menjaganya sedang berbaring.

“Mbee..!” Witty berteriak. Anjing Gembala segera bangkit dan mengawasi sekitar tempat itu.

“Ada apa, Witty,” tanya Anjing Gembala dengan sigap.

“Mbee…, tidak ada apa-apa. Aku bosan. Tidak ada yang mau main denganku,” jawab Witty. Matanya berbinar-binar nakal.

“Oh begitu,” Anjing Gembala duduk tegak lalu perlahan-lahan menjulurkan kedua kaki depannya, santai.

Witty berlari-lari menjauh dari kumpulan domba itu.

“Mbe…srigala! Ada srigala!” teriaknya.

Anjing Gembala segera bangkit dan berlari cepat ke tempat Witty berada, lalu mengawasi sekelilingnya dengan seksama. Domba-domba lain menjadi panik. Mbee…mbee..

“Di mana srigalanya?” tanya Anjing Gembala.

“Tidak ada. Tertipu kau!” Witty berputar-putar gembira.

“Kamu keterlaluan bercandanya, Witty kata anjing gembala. Jangan suka iseng, nanti tidak ada yang percaya padamu.” Anjing Gembala kembali ke tempat kumpulan domba dan menenangkan domba-domba itu.

Tidak lama kemudian Witty berteriak lagi. Mbeee…mbeee…Kali ini suaranya seperti mau menangis.

“serigala! Mbeee…mbeee…Witty sangat takut sampai tidak bisa bergerak. Di depannya berdiri seekor srigala. Mbeee..”

“Ah, Witty pasti bercanda lagi,” pikir Anjing Gembala. Tetapi dia ragu dengan pikirannya itu. Sedangkan domba-domba yang berpikir Witty berulah lagi jadi mereka santai saja.

“Mbeeeee…mbeeee..mbeeeee…!” Witty semakin panik karena tidak ada yang menolong.

Anjing Gembala menyadari bahwa teriakan Witty bukan bercanda. Dia segera melesat dan menyerang Serigala yang hendak menerkam Witty. Serigala itu terkejut lalu lari. Setelah memastikan Serigala itu sudah pergi jauh, Anjing Gembala membawa Witty kembali pada kumpulan domba. Domba-domba itu masih panik dan berteriak-teriak..mbeee..mbeee..

“Tenang, tenang, Serigala itu sudah pergi,” kata Anjing Gembala lalu menatap mata Witty. Witty tahu dia bersalah.

“Maafkan aku. Aku tidak akan mengulangi perbuatan iseng lagi.”

Diceritakan kembali oleh : Kak Selma

Illustrasi : Kak Eka Ray

Posted in Artikel, Cerita, Tokoh | Tagged , , | Leave a comment

Sangkakala (trumpet)

By Panggung Boneka

Sangkakala pertama kali ditemukan di Mesir, dan terutama digunakan untuk tujuan militer di dalam peperangan. Pada abad pertengahan, para peniup sangkakala adalah anggota yang sangat dijaga dalam suatu pasukan tentara. Mereka dipercaya untuk memberikan instruksi kepada bagian lain dari suatu pasukan, dengan nada yang berbeda. Setelah ditemukan valve (katup) pada pertengahan tahun 1830, penggunaan sangkakala jadi lebih luas. Sekarang sangkakala digunakan hampir di dalam semua jenis musik; termasuk klasik, jazz, rock, blues, pop, polka, ska, funk.

Di dalam Alkitab, kata sangkakala digunakan untuk menerjemahkan beberapa kata Ibrani; yaitu:

(a) qeren, berarti tanduk-sangkakala semula terbuat dari tanduk, tetapi kemudian dibuat dari logam dengan meniru bentuk aslinya                                                                                                                         (b) sopar, tanduk yang agak panjang dengan bentuk bawahnya melengkung ke atas, merupakan sangkakala nasional Israel, dipakai pada peristiwa-peristiwa Israel atau keagamaan untuk memanggil orang berkumpul, sampai hari ini masih dipergunakan di sinagoga Yahudi                                                                                                                                                           (c) khatsaotsera, dibuat dari perak tempaan, alat ini bukan dipakai untuk keperluan militer, tetapi untuk keperluanyang kudus (Bilangan 10:1-10).

Pada jaman modern sekarang ini telah banyak sekali dibuat bermacam jenis sangkakala dari kuningan yang dibengkokan hingga berbentuk spiral. Dengan meniupkan udara melalui mulut ke dalam kolom udara dari sangkakala akan dihasilkan bunyi, dan dengan memilih tombol yang ada dapat dihasilkan suara yang berbeda sesuai dengan keinginan peniup sangkakala. Macam-macam sangkakala adalah sangkakala  dengan nada dasar B, C, D, E, F, G dan A. Sangkakala dengan nada dasar C paling banyak dipergunakan dalam orkestra.

Ketika Yosua dan bangsa Israel mengelilingi kota Yerikho selama 7 hari untuk merebut kota itu, sangkakala adalah salah satu alat musik yang mereka gunakan (Yosua 6:1-27).

Oleh : Kak Lidya Bekti

Posted in Artikel | Tagged , , | Leave a comment

Kelalaian Itu Merugikan

By Panggung Boneka

Cerita : Kak Meili

Illustrasi : Kak Heru

Mama harus pergi ke Bandung. Nenek sakit.

Peluk cium, Mama

PS: Andry, jangan lupa menyirami tanaman. Thanks.

Andry membaca catatan kecil yang terletak di atas meja makan itu. Setelah makan siang dan mengerjakan PR, Andry mulai melakukan tugas hariannya. Sambil bernyanyi, dia menyirami tanaman.

“Wah, kuncup bunga mawar mulai tumbuh,” kata Andry dengan senang. Cukup banyak tanaman bunga di taman kecil itu. Mama Andry memang sangat menyukai bunga.

“Hei, dry. Main bola, yuk.” Tiba-tiba muncul Joni di depan pagar rumah Andry. Dengan masih memegang ember penyiram, Andry menjawab, “Tunggu sebentar, ya…” Andry segera menyelesaikan tugasnya.

“Kak, Andry mau main bola…,” pamit Andry pada Kak Johan yang sedang mengerjakan tugas sekolahnya.

“Oke, jangan terlalu lama,” sahut Kak Johan.

Andry segera berlari menemui Joni yang sedang menunggu dengan tidak sabar. Segera saja mereka sudah bergabung dengan anak-anak lain di lapangan.

Keesokan harinya Joni mengajak Andry bermain bola lagi. Andry segera setuju.

“Dry, kamu sudah melakukan tugasmu hari ini?” Joni mengingatkan saat dia melihat kebun kecil di depan rumah Joni.

“Nanti sajalah. Sudah sore, nih. Nanti saja setelah pulang, kan masih bisa,” jawab Andry. “Ayo!”

Seminggu kemudian Joni mampir lagi ke rumah Andry. Dilihatnya Andry sedang melamun.

“Ada apa, sih?” tanya Joni. Andry tidak langsung menjawab. Terbayang olehnya, wajah mama yang letih dan sedih tadi pagi.

“Ini semua salahku,” Andry memulai ceritanya. “Aku lupa menyirami tanaman selama hampir satu minggu ini. Akibatnya, banyak yang mulai layu dan kering. Bahkan ada yang mati. Mama sangat sedih. Mama bertanya apa aku menyirami tanaman setiap hari. Kujawab aku melakukan tugasku dengan baik.”

“Kamu berbohong pada mamamu?” tanya Joni.

Andry mengangguk pelan. “Terpaksa. Aku takut Mama marah. Seharusnya sebelum bermain bola, aku menyiram tanaman dulu. Tapi kita terburu-buru.”

“Kamu bilang setelah kita pulang bermain bola, kamu akan menyirami tanaman,” kata Joni.

“Iya, tapi lantaran kecapekan aku jadi lupa.” Andry menggerak-gerakkan tangannya dengan gelisah. “Sekarang hatiku jadi tidak enak.”

Joni terdiam sesaat. Kemudian katanya, “Sebaiknya kamu mengaku terus terang saja. Berbohong itu dosa.”

“Tapi aku takut Mama marah,” sahut Andry menggelengkan kepalanya, “bisa-bisa aku dihukum….”

Joni memegang bahu Andry. “Apa yang kamu lakukan ini tidak benar. Lebih baik kita dihukum daripada harus berbuat dosa.”

Andry terus memikirkan kata-kata Joni, dan akhirnya ia menemui mamanya.

“Ma, ng… sebenarnya… sebenarnya… Andry lupa menyirami tanaman. Andry bermain bola. Maafkan Andry, Ma…,” kata Andry.

Mama menatap Andry beberapa saat dan menghela napas.

“Andry salah. Maafkan Andry, Ma…,” pinta Andry.

“Mama senang kamu mau berkata jujur,” akhirnya Mama berkata. “Andry, tanaman itu juga makhluk hidup yang perlu dipelihara. Kita tidak boleh membiarkan mereka menderita karena kelalaian kita. Mama berharap lain kali kamu mau lebih berhati-hati.”

“Baik, Ma. Andry pasti akan lebih berhati-hati. Andry akan menyirami tanaman itu setiap hari,” kata Andry dengan tersenyum.

Posted in Artikel | Tagged , , | Leave a comment

Samuel

By Panggung Boneka

“Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar.” Itulah jawaban yang diucapkan oleh seorang anak laki-laki yang masih muda. Malam itu Tuhan Allah memanggil namanya, dan anak laki-laki itu menjawab panggilan Tuhan. Mungkin usia anak itu sekitar 12 tahun atau lebih, dan ia mau taat mendengarkan suara Tuhan.

Anak laki-laki itu bernama Samuel. Samuel adalah putra Elkana dari suku Efraim. Elkana adalah orang yang saleh. Ibu Samuel bernama Hana.

Sebelum melahirkan Samuel, Hana belum memiliki seorang anak pun, padahal ia sangat merindukan anak. Hnana memohon kepada Tuhan agar diberikan anak. Ia berjanji jika Tuhan memberikannya anak, anak itu akan ia serahkan untuk melayani Tuhan di bait Allah. Tuhan mengabulkan doa Hana, dan lahirlah Samuel, anaknya yang pertama. Nama Samuel berarti “nama Ilahi”.

Pada waktu Samuel berumur tiga atau empat tahun, ibunya membawanya ke bait Allah di kota Silo. Samuel akan diajarkan oleh Imam Eli bagaimana caranya melayani Tuhan di bait Allah. Samuel tumbuh menjadi anak yang taat kepada ajaran-ajaran Tuhan. Seluruh bangsa Israel bisa melihat kalau Samuel kelak akan menggantikan Eli menjadi pemimpin bagi bangsa Israel. Pada waktu itu pemimpin bangsa Israel disebut hakim atan nabi. (baca 1 Sam 3:20).

Setelah Imam Eli meninggal, Samuel menggantikannya. Ketika bangsa Israel mulai tidak peduli kepada Tuhan, Samuel mengajak mereka untuk bertobat. Mereka lalu mendirikan suatu tugu peringatan yang diberi nama “Eben Ezer”, yang artinya “sampai di sini Tuhan menolong kita”. Tugu itu gunanya untuk mengingatkan bangsa Israel pada janji mereka sendiri untuk tetap setia kepada Tuhan. Pada masa Samuel, bangsa Israel memiliki raja untuk pertama kalinya. Raja pertama yang diurapi oleh Samuel adalah Saul.

Samuel melayani bangsa Israel hingga akhir hidupnya. Ia adalah hakim terakhir dan terbesar dalam Perjanjian Lama. Ia juga adalah nabi yang utama di antara para nabi.

Oleh : Kak Lidya Bekti

Posted in Cerita, Tokoh | Tagged , , | Leave a comment

Ssst! Dengarkanlah

By Panggung Boneka

Siapa yang harus kita dengar? Ada banyak suara yang bisa kita dengar, seperti suara teman, suara orang tua, orang-orang disekitar kita, suara iblis dan suara Tuhan. Semuanya ini tergantung pada kita, mau dengar suara siapa? Kadang Tuhan juga berbicara melalui teman, orangtua atau orang-orang disekitar kita. Sudah pasti Tuhan tidak akan memakai Iblis menyatakan maksud dan rencanaNya kepada kita. Tapi teman, orangtua dan orang-orang disekeliling kita bisa salah. Jadi bagaimana? Nah, satu-satunya yang harus kita dengar dan mutlak benar adalah suara Tuhan.

Mengapa kita harus mendengar-Nya? Karena jika kita tidak mendengar Tuhan pada saat itu kita mendengar suara Iblis. Jika dengar suara Iblis pasti kamu diajak untuk melawan Tuhan. Nah, waspadalah karena Tuhan juga bisa bicara melalui orang-orang disekeliling kamu tetapi Iblis juga biasanya memakai orang-orang disekeliling kamu agar tidak mendengar Tuhan. Bagaimana kamu bisa membedakannya? Bingung kan? Sesungguhnya sama seperti domba dan gembala, jika domba sejak kecil sudah mendengar suara gembalanya maka suara orang yang bukan gembal dia abaikan. Satu-satunya suara yang diikutinya adalah suara gembala yang baik. Sehingga dia tidak tersesat dan hilang. Demikian juga dengan kamu apabila kamu terus membiasakan diri mendengar suara Tuhan, pastilah kamu akan mendengar akan tahu Tuhan sedang berkata-kata melalui siapa.

Apa efek dari mendengar-Nya? – Terhindar dari kesalahan yang seharusnya tidak kamu lakukan.                                                              - Mengerti apa yang menjadi kehendak Tuhan.                                                                                                 – Menjadi bijaksana dan berhikmat lebih dari orang dunia.

Oleh : Redaksi

Posted in Artikel | Tagged , , | Leave a comment

Bermain Bersama Debora

By Panggung Boneka

Siang itu Timmy sedang asyik membaca buku cerita di dalam kamarnya. Selain hobi melukis, Timmy juga sangat suka membaca, apalagi cerita petualangan seperti yang sedang dibicarakan sekarang.

“Kak, main boling, yuk,” ajak Debora yang tanpa Timmy sadari tahu-tahu sudah ada di sampingnya. Timmy menengok sebentar dan melihat Deborah sedang memeluk mainan bolingnya. Matanya yang jernih dan bulat memandang Timmy dengan penuh harap.

“Main sendiri aja,ya,”jawab Timmy, lalu melanjutkan membaca.

“Sebentaaar aja,” Debora mencoba membujuk.

“Ceritanya seru, nih,” sahut Timmy tanpa menolaeh lagi. Debora bukan anak yang suka merengek, karena itu ia lalu pergi.

Kira-kira setengah jam kemudian Timmy menutup bukunya dan membuang napas panjang. Ia telah selesai membaca dan merasa puas.

“Sekarang ngapain, ya?” gumam Timmy sambil berpikir-pikir. Oh, iya! Timmy ingat, ia belum membaca Alkitab hari itu.

“Aku ‘kan anak Tuhan, enggak boleh lupa baca Alkitab,” kata Timmy pada dirinya sendiri. Ia lalu mengambil Alkitab dan buku panduan saat teduhnya. Ayat hafalan hari itu diambil dari Mazmur 145:19: “Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka.”

Timmy membaca di buku panduan bahwa takut akan Tuhan berarti hormat dan bersedia taat pada Tuhan.

“Jadi, dengan syarat itu Tuhan janji mau melakukan kehendakku,” Timmy bergumam dengan takjub. “Tuhan baik sekali, mau memperhatikan keinginanku, biarpun aku anak kecil….”

Setelah itu, Timmy berdoa dengan rasa terima kasih kepada Tuhan. Tiba-tiba ia teringat sesuatu. Cepat-cepat ia keluar kamar mencari Deborah.

Di ruang tengah dilihatnya adiknya itu sedang bermain boneka sendirian di lantai. Di sampingnya mainan bolingnya tergeletak begitu saja.

“Debora,” panggil Timmy. Debora menoleh kepada kakaknya. “Yuk, kita main boling,” kata Timmy sambil duduk di dekat Debora dan mulai menyusun pin-pin boling.

“Yuk,” kata Debora dengan bersemangat. Ia meletakkan bonekanya di lantai dan berjongkok di sebelah kakaknya.

“Siapa yang lempar bolanya dulu?” tanya Debora dengan suara riang.

“Kamu maunya siapa?” Timmy balik bertanya sambil tersenyum kepada adiknya.

“Aku, ya?” kata Debora.

“Boleh, ayo ambil bolanya. Mulai!” seru Timmy.

Ayat yang tadi dibaca Timmy masih melekat di pikirannya. Kalau Allah saja mau melakukan kehendaknya, apa sih susahnya melakukan keinginan adiknya untuk bermain bersama? Melihat adiknya yang begitu gembira, Timmy merasa ikut senang.

Cerita oleh : Kak Selma

Illustrasi : Kak Lisa Visandra

Posted in Cerita | Tagged , , | Leave a comment

SAR

By Panggung Boneka

Banyak orang yang suka berpetualang di alam bebas: mendaki gunung, mengarungi jeram, menjelajahi gua, atau menyelam di laut. Namun kegiatan-kegiatan itu beresiko besar, dimana bisa terjadi kecelakaan, bahkan orang yang hilang.

Pernahkah kamu mendengar kata “SAR”? SAR adalah singkatan dari Search and Rescue, yaitu suatu organisasi yang bertugas mencari dan menyelamatkan orang yang mendapat musibah di alam, termasuk karena bencana alam. Organisasi SAR ada di setiap dunia. Anggota-anggota bekerja dalam kelompok-kelompok kecil dalam nelakukan tugas mereka, dans ering disebut sebagai “tim SAR”.

Anggota tim SAR harus memiliki beberapa kemampuan dasar, yaitu:

- Kemampuan menentukan lokasi, keadaan medan, dan mencari informasi mengenai kondisi korban.

- Kemampuan untuk mencapai korban. Untuk itu dibutuhkan keterampilan mendaki gunung dan gunung batu, membaca kompas dan peta, membaca jejak, cara hidup di alam bebas, dan lain-lain.

- Kemampuan menenteramkan korban yang panik karena musibah itu, juga punya keterampilan P3K (Pertolongan Pertama pada Kecelakaan) dan gawat darurat.

- Kemampuan membawa korban keluar dari lokasi musibah.

- Kemampuan menggunakan alat-alat komunikasi seperti radio pemancar dan lain-lain.

Beberepa teknik dalam melakukan operasi SAR:

-Track, jika satu-satunya informasi yang diketahui mengenai korban yang hilang adalah jalur perjalanan yang rencananya akan dilewatinya.

- Parallel, jika daerah pencarian cukup luas, datar dan lokasi pasti tidak diketahui.

- Creeping, jika daerah pencarian sempit, panjang dan cukup datar, misalnya daerah pegunungan.

- Contour, jika medannya berbukit-bukit dan pencarian selalu dimulai dari puncak tertinggi.

Di Indonesia ada undang-undang tentang pelaksanaan operasi SAR, yaitu dengan membentuk BASARNAS (Badan SAR Nasional). BASARNAS bekerja jika terjadi musibah transportasi udara dan laut. Tidak ada organisasi pemerintah resmi untuk menolong musibah di daerha gunung-gunung, tetapi kelompok-kelompok pendaki gunung memeloporinya dan bekerja sama dengan ABRI dan kepolisian.

Oleh : Kak James

Posted in Artikel | Tagged , , | Leave a comment

Daur Ulang

By Panggung Boneka

Tahukah kamu, gambar apakah yang ada di samping ini? Itu adalah lambang dari Daur Ulang yang biasa disebut dengan 3R yaitu: Reduce, Reuse, Recycle. Dalam lambang itu, tiga tanda panah menunjukkan kata 3R, dan bentuk lingkaran menunjukkan bahwa proses Dur Ulang tidak akan berhenti, tetapi akan berlangsung terus menerus.

Reduce, Reuse dan Recyle

Reduce: berarti mengurangi penggunaan bahan-bahan yang bisa merusak lingkungan dan mengurangi membeli barang-barang karena keinginan saja, bukan karena “terlalu” dibutuhkan, seperti membeli baju baru sementara banyak baju yang masih layak dipakai.

Reuse: berarti pemakaian kembali. Baju-baju bekas yang masih layak pakai bisa diberikan kepada anak-anak yatim piatu atau saudara yang membutuhkan.

Recyle: mendaur ulang barang-barang. Biasanya yang paling sering didaur ulang adalah sampah organik dari rumah kita. Botol plastik bekas air minum atau apa pun bisa dipakai sebagai pot tanaman. Kertas-kertas bekas dapat didaur ulang untuk dapat dipakai kembali.

Apakah daur ulang atau recyle itu?

Daur ulang adalah salah satu cara mengelola padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian/ penyaluran dan pembuatan bahan bekas pakai. Tetapi ternyata tidak semua sampah padat dapat didaur ulang.

Apa saja yang dapat didaur ulang?

- Botol bekas wadah kecap, saos, krim, sirup, baik yang putih bening maupun yang berwarna terutama gelas atau kaca yang tebal.

- kertas, terutama kertas bekas seperti kertas koran, majalah atau kardus. Kertas yang berlapis minyak atau plastik tidak dapat didaur ulang karena tidak dapat hancur atau melebur.

- Logam bekas wadah minuman ringan dan bekas kemasan kue.

- Plastik bekas wadah shampo, air mineral,  jerigen ember

Langkah-langkah daur ulang:

1. Pemisahan. Pisahkan barang-barang atau material yang dapat didaur ulang dari sampah yang harus dibuang ke pembuangan sampah. Pastikan material tersebut kosong dan akan lebih baik jika dalam keadaan bersih.

2. Penyimpanan. Simpan barang atau material kering yang sudah dipisahkan tadi di dalam boks atau kotak tertutup berdasarkan masing-masing jenis barangnya, misalnya boks untuk kertas bekas atau botol bekas.

3. Pengiriman atau penjualan barang yang terkumpul ke pabrik yang membutuhkan material bekas tersebut.

Sekarang kita tahu, barang-barang yang kita anggap tidak dapat digunakan lagi ternyata dapat dimanfaatkan. Yang terpenting, dengan daur ulang kita turut melestarikan lingkungan kita.

Ayo, kita mulai berdaur ulang sekarang!

Oleh : Kak Susan

Posted in Artikel | Tagged , , | Leave a comment